Alasan-Orang-Introvert-Bisa-Menjadi-Pemimpin-Terbaik

Antara Introvert, Ekstrovert dan Ambivert, Kepribadian Mana Yang Kamu Punya

Bila Anda cenderung menyukai situasi yang tenang dan tidak begitu banyak orang, itu artinya Anda memiliki kepribadian introvert. Sebaliknya, orang dengan kepribadian ekstrovert merasa nyaman di keramaian dan mudah bersosialisasi dengan banyak orang. Lantas, bagaimana bila Anda tidak condong pada salah satu kutub kepribadian tersebut alias Anda berada di tengah-tengah spektrum kepribadian introvert dan ekstrovert? Nah, itu artinya Anda memiliki kepribadian ambivert. Masih terdengar asing? Baiklah kita akan membahas satu persatu kepribadian diatas. Simak ulasanya berikut ini.

Apa itu Kepribadian Introvert?

Introvert adalah ciri kepribadian yang ditandai dengan adanya kecenderungan untuk lebih melihat ke dalam dirinya sendiri, sehingga orang-orang introvert lebih fokus terhadap apa yang ada dalam pikirannya, terhadap perasaannya, dan suasana hatinya, ketimbang terhadap hal-hal lain di luar dirinya (layaknya seorang yang ekstrovert).

Mereka yang digolongkan sebagai introvert, pada umumnya memiliki sifat yang tenang, pendiam, dan mawas diri. Orang introvert bukanlah orang yang tidak mau bersosialisasi dengan orang lain. Ada kalanya mereka menikmati waktu berkumpul dan bersosialisasi dengan orang lain, yaitu disaat mereka merasa lingkungannya ia kenal dan nyaman baginya, dan ia merasa cukup nyaman dengan orang-orang di lingkungan tersebut.

Namun, orang-orang introvert merasa ia melepaskan banyak energi saat bersosialisasi dengan banyak orang. Berbeda dengan orang ekstrovert yang justru mendapatkan energi saat berinteraksi dan bersosialisasi dengan banyak orang. Karena menghabiskan banyak energi saat berada dalam lingkungan yang ramai (banyak orang), orang introvert terkadang membutuhkan waktu sendiri untuk memulihkan kembali energinya itu.

Intervert dipengaruhi oleh Tingkat Dopamin

Kecenderungan dari kepribadian seseorang berasal dari tingkat dopamin, yaitu hormon pada otak yang memberikan rasa nyaman dan bahagia. Setiap orang pasti memiliki tingkat dopamin yang berbeda-beda, terutama pada neokorteks, yaitu area otak yang bertanggung jawab untuk mengendalikan fungsi mental seperti bahasa dan pemikiran secara sadar.

Mereka yang memiliki tingkat dopamin yang lebih tinggi cenderung menjadi introvert. Itu dikarenakan mereka selalu mencoba untuk menghindari lingkungan sosial yang mungkin membuatnya merasa cemas atau tidak nyaman. Maka kadar kebahagiaannya dimunculkan dari tingkat dopamin yang mereka miliki dan merasa nyaman dengan dunianya sendiri.

Ciri-ciri Umum Orang Introvert

Untuk mengetahui secara dalam apakah anda termasuk orang yang memilki sifat Intervert, simak beberapa ciri-ciri yang dimiliki orang yang mempunyai sifat tersebut. Berikut ini adalah beberapa ciri umum yang dimiliki oleh mereka yang termasuk ke dalam golongan introvert:

  • Sangat sadar dan kenal dengan dirinya sendiri
  • Penuh dengan pemikiran-pemikiran yang lebih hati-hati
  • Menikmati proses saat memahami dengan detail
  • Tertarik untuk mengetahui dan memahami dirinya sendiri
  • Cenderung untuk menyimpan emosinya sendiri (marah dengan Diam), tidak suka berbagi akan apa yang dirasakannya.
  • Tenang dan pendiam dalam sebuah kelompok bilamana ia tidak familiar dengan kelompok itu. Namun, jika kelompok itu familiar dan sangat dikenalnya, seorang introvert bisa menunjukkan sisi sosialnya dengan suka berkumpul dan bergaul di tengah kelompok tersebut.
  • Biasanya lebih nyaman untuk berkumpul dengan teman atau orang-orang yang cukup dekat dengannya untuk meningkatkan dan mempererat hubungannya dengan orang-orang yang dekat dengannya tersebut.
  • Lebih suka untuk belajar melalui pengamatan.

Apakah sifat pemalu juga termasuk kedalam introvert?

Jawabannya adalah tidak! Sifat malu tidak masuk di dalam pengertian introvert. Orang yang introvert lebih senang untuk melakukan kegiatan sosial mereka sendiri, akan tetapi mereka tidak segan untuk melakukan interaksi sosial dengan orang lain. Berbeda dengan orang yang pemalu, karena orang yang pemalu terkadang merasa berat atau segan untuk melakukan interaksi sosial terutama dengan orang-orang yang tidak mereka kenal.

Apa itu Kepribadian Ekstrovert

Berbeda halnya dengan Intervert, kepribadian Extrovert lebih di dominasi dengan sifat, kondisi atau kebiasaan yang menyenangkan. Mereka menemukan kebahagian dari luar diri mereka sendiri. Bagi diri mereka aktivitas sosial, berinteraksi dengan orang lain, bertukar informasi dengan banyak orang dan senang bergaul adalah hal yang sangat menyenangkan. Mereka akan merasa bosan jika mereka tidak bergaul dengan oramng lain.

Jika kamu memiliki teman yang selalu bersemangat ketika kamu ajak main, atau suka mengajak untuk kumpul barsama seperti ngopi dan selalu mendominasi perbincangan, pasti ia cenderung dengan kepribadian yang extrovert. Mereka yang seperti itu adalah pencair di setiap suasana yang bosan dan menegangkan.

Menurut Adam Grant, seorang psikolog dari Wharton School of the University of Pennsylvania di Amerika Serikat, menemukan bahwa dua pertiga manusia di dunia tidak bisa digolongkan dalam kepribadian introvert maupun ekstrovert. Maka semenjak itulah dicetuskan kepribadian ambivert yaitu kecenderungan pada kedua kepribadian, baik introvert maupun ekstrovert.

Ciri-ciri Kepribadian Ekstrovert

Selain Intervert, Ekstrovert juga memiliki ciri-ciri yang membuat anda membedakan apakah anda termaksud kepribadian yang ada di dalamnya. Berikut ciri-ciri dan penjelasan seseorang dengan kepribadian extrovert:

  • Senang berinteraksi dan bersosialisasi
  • Mudah bergaul.
  • Selalu antusias dan semangat.
  • Cenderung spontan dalam bertindak atau berbicara.
  • Pandai mencairkan suasana.
  • Menyukai popularitas dan senang menjadi pusat perhatian.
  • Senang jadi pembicara daripada pendengar.
  • Extrovert selalu tampil percaya diri.
  • Terkesan sigap dan tegas.
  • Senang bekerja kelompok dan tidak suka kesendirian.

Ciri-ciri di atas ini bisa kita kenali dari lingkungan kecil kita. Seperti lingkungan sekolah, lingkungan kuliah dan lingkungan kerja di kantor. Jika ada temanmu yang pekerjaannya sering kali tidak beres saat ia dalam keadaan sendiri. Bisa jadi dia tidak bisa fokus dan bersemangat dalam keadaan sendiri.

Apa itu Kepribadian Ambivert?

Ambivert merupakan gabungan dari kedua Kepribadian yang ada diatas. Salah satu ciri seorang yang memiliki kepribadian ambivert yaitu kadang bingung harus menikmati waktu bersama teman atau memilih sendiri di rumah. Terkadang mereka menjadi introvert, namun terkadang juga menjadi seorang yang ekstrovert.

Mungkin kita biasanya mendengar istilah ekstrovert yang cenderung menyukai lingkungan luar dan lebih bersosial. Atau istilah introvert yang lebih suka menyendiri. Bagaimana jika Anda bukan salah satu dari ekstrovert ataupun introvert, ya mungkin Anda seorang yang punya pribadi ambivert.

Ciri-ciri orang kepribadian Ambivert

Maka dari itulah, sering kali orang yang ambivert di identikan dengan orang yang memiliki kepribadian ganda. Padahal sebenarnya tidaklah demikian. Mungkin lebih tepatnya orang ambivert dapat disebut sebagai orang yang pemalu dan pandai bergaul. Jika anda masing bingung bagaimana pribadi Ambivert itu, Yuk lihat ciri-cirinya dibawah ini:

  • Tidak suka bertemu dengan orang baru di tempat yang baru.
  • Mudah mengenali kepribadian seseorang.
  • Suka berada di tengah keramaian, tapi cenderung tidak melakukan interkasi .
  • Dapat menyesuaikan kepribadian dengan lingkungan.
  • Menyukai keramaian, namun juga ingin cepat dalam kesunyian.
  • Dapat terlibat dalam pembicaraan ringan ataupun serius.
  • Kepribadian Ambivert Moodnya berubah tergantung lawan bicara.
  • Nyaman dengan lingkungan luar, namun tidak banyak berinteraksi.
  • Seorang yang ambivert dapat mengerjakan tugas individu maupun kelompok dengan baik.
  • Bingung harus menikmati waktu bersama teman atau sendiri di rumah.
  • Tidak selalu diam namun juga tidak terlalu brisik.

Ada seseorang yang terlahir langsung dengan kepribadian ambivert. Pada umumnya mereka seorang ambivert lebih cenderung mendominasi dari kelemahan introvert dan extrovert. Namun seiring bertambahnya usia, banyaknya proses kehidupan yang seseorang lewati. Seseorang yang memiliki kepribadian ambivert akan bisa mengendalikan potensi dan kelebihan yang ada pada diri mereka.

Di dalam hal ini setiap orang sebenarnya bisa seperti ini. Seseorang yang bisa menyeimbangkan kelebihan dari introvert dan extrovert adalah mereka yang telah melalui berbagai lika-liku hidup dan berbagai pengalaman. Kelebihan dari keduanya bisa di optimalkan, tentu hal ini adalah hal yang sangat baik.

Kelebihan orang berkepribadian Ambivert

Orang ambivert sangat unggul dalam hal berdaptasi dengan lingkungan. Mereka dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan keadaan dalam berbagai situasi dan kondisi. Lebih lengkapnya, Berikut kelebihan orang yang ambivert :

– Mudah berdaptasi
– Mampu fokus dan multi tasking
– Mampu menyesuaikan pembicaraan
– Mudah bergaul (berorganisasi) dan dapat mandiri
– Pandai berkomunikasi dan memiliki intuisi yang mumpuni
– Dan lain sebagainya

Kekurangan dari kepribadian Ambivert

Selain kelebihan, kepribadian yang ambivert juga memiliki kekurangan, itu dikarena keseimbangan, atau disebut juga sebagai campuran antara kepribadian tipe ekstrovert dan introvert. Maka hal, tersebut dapat membuat seorang yang ambivert, memiliki berbagai kekurangan yang dimiliki oleh kedua tipe kepribadian tersebut. Berikut rinciannya :

– Labil
– Sulit membuat keputusan atau perencanaan
– Sering ambigu
– Mudah bingung
– Sering pasrah dengan keadaan
– Memiliki mood yang sering berubah-ubah
– Suasana hati, pikiran, dan tingkah lakunya sulit ditebak

Menjadi seorang extrovert dengan kelebihannya dan menjadi introvert dengan kelebihannya, karena semuanya sudah ada dalam diri ambivert. Meskipun begitu, semuanya tetap membutuhkan proses yang berupa pelajaran hidup dan pengalaman. Jika seseorang telah banyak belajar dari perjalanan dan pelajaran kehidupan yang mereka lalui, akan ada sikap dimana kedewasaan itu muncul. Seseorang yang sudah terbiasa akan siap menajalani kehidupan apapun sesuai dengan keadaannya. Jadi sudahkah kamu menentukan pribadi mana yang kamu punya dari ketiga bagian yang ada diatas? Tentunya kamu bisa menjawab sendiri bukan! Demikian infonya, semoga bermanfaat ya.