kiamat

Hari Kiamat, Sudahkah Anda Siap? Ini Kemungkinan Yang Akan Terjadi

Cerita dan ramalan mengenai datangnya hari kiamat, tentu sudah sering kita dengar bukan? Sebelumnya, ada yang mengatakan jika di tahun 2012 akan terjadi kiamat dan kehancuran di bumi. Namun sampai saat ini hal tersebut belum terbukti terjadi. Namun itu tidak akan menutup kemungkinan jika hari kiamat tidak akan datang.

Sebelumnya, kiamat sudah pernah terjadi di dunia pada abad masehi silam. Dan sangat banyak perubahan yang terjadi sampai saat ini. Bumi yang sedang kita pijak saat ini, sudah mengalami perubahan baik dari alam, makhluk hidupnya dan lainnya.

Dan saat ini juga telah beredar kabar jika ditahun 2018, akan banyak terjadi peristiwa menyeramkan, dari hujan meteor dan mendekatnya beberapa planet pada Bumi. Dan terhembus juga kabar jika kiamat akan terjadi di tahun ini. Bagaimana menurut anda? Sudahkah anda siap untuk menghadapinya?

Banyak berbagai kejadian yang digambarkan tentang datangnya kiamat, serta peristiwa dan penyebabnya. Dari banyaknya peristiwa alam yang terjadi, seperti gempa bumi, banjir, badai, dan angin kencang. Apakah semua itu adalah pertanda akan semakin dekatnya kita dengan hari kiamat?

Ada berbagai ramalan yang menjelaskan jika kiamat akan terjadi dengan berbagai bentuk peristiwa. Jika anda ingin mengetahui apa saja peristiwa tersebut, mari simak urutannya dibawah ini dan kami yakin anda akan tercengang dan merinding setelah membacanya.

* Kedatangan Kembali versi Islam, 2129

Menurut sejumlah hadits, kiamat bukan terjadi pada waktu tunggal, tapi akan berlangsung selama jangka waktu tertentu. Kiamat akan dimulai ketika dunia menjadi tempat peperangan dan tekanan terhadap kaum Muslim. Peperangan dan tekanan itu dianggap telah terjadi sekarang ini.

Menanggapi hal itu, sosok Mahdi yang ditunggu akan menyatukan semua kaum Muslim, untuk mempersiapkan datangnya seorang nabi yang diduga “Nabi Isa”. Alasannya adalah, bahwa ada seorang hadits yang mengatakan bahwa Anak Maryam akan menghancurkan salib dan membunuh babi. Menghancurkan salib diartikan sebagai penghancuran kekristenan karena kaum Kristen dianggap telah menyeleweng dari arah yang dimaksudkan Yesus.

Membunuh babi dianggap sebagai penegakkan kembali hukum-hukum Yahudi yang telah ditinggalkan oleh kekristenan. Misalnya dengan permasalahan menyantap danging babi.

Said Nursi adalah seorang cendekiawan Islam yang mempelajari hadits tersebut dan ia mengaku telah mengetahui garis waktu kejadian-kejadian tersebut.

Dan menurut tafsirannya, dunia akan berakhir dengan sejumlah gempa bumi, kebakaran, dan mahluk bermata satu yang memerangi Al Masih, sementara Gog dan Magog akan turun ke Bumi.

Gog dan Magog hadir dalam Taurat, Alquran, dan Alkitab dalam bentuk humanid (seperti manusia) atau terkadang sebagai permisalan bagi negara-negara musuh. Dan dari semua tafsirannya tersebut, Nursi berpendapat bahwa itu akan terjadi pada 2129. Apakah hal ini akan terjadi atau tidak? Kembali lagi pada kuasa Ilahi, itu semua adalah rahasianya dan seorang pun tidak akan dapat mengetahuinya.

* Perang Nuklir

Keyakinan akan potensi perang nuklir besar, telah diwariskan oleh peradaban manusia modern secara turun-temurun selama beberapa lintas generasi yang dimulai, sejak Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945.

Potensi itu kian di ambang pintu ketika Krisis Rudal Kuba 1962 terjadi pada masa Perang Dingin AS-Uni Soviet. Kala itu kedua negara blok kekuatan dunia itu secara harafiah saling berhadap-hadapan menghantarkan misil nuklir mereka sangat dekat dengan satu sama lain.

Namun, beberapa dekade berlalu, Trauma dan masa lalu perang nuklir masih terus bertahan hingga kini. Apalagi sejak kemunculan negara Korea Utara yang secara agresif nan provokatif telah mengklaim akan meluncurkan hulu ledak nuklirnya, yang mereka punya untuk mengancurkan musuhnya.

Meski begitu, seorang analis menyebut bahwa potensi perang nuklir mungkin sulit untuk benar-benar terjadi. Negara pemilik senjata nuklir sangat jarang terlibat dalam konflik militer langsung, mengesampingkan banyak pertempuran kebijakan AS-Uni Soviet selama Perang Dingin.

Hanya ada beberapa negara pemilik senjata nuklir yang sempat terlibat dalam bentrokan singkat. Namun bentrokan itu tak begitu serius dan bersifat non nuklir, seperti negara China dengan Rusia pada 1969 serta India dengan Pakistan pada 1999,” kata Peter Beinart, seorang kolumnis dan pemerhati politik.

Dan sejarah membantu kita memahami kondisi pada masa kini, khususnya dalam konflik antara AS dengan Korea Utara. Tetap saja, pertukaran retorika agresif yang dilakukan oleh Presiden Trump dan Kim Jong-un membuat orang bingung.

* Terjadinya Kesengsaraan Besar 2017

Menurut Alkitab, Kesengsaraan Besar menjadi masa terburuk dalam sejarah manusia sekaligus menjadi pendahulu akhir di dunia. Para penggagas teori kiamat berdasarkan versi agama Kristen berpendapat bahwa semua pertanda yang ada menunjuk kepada tahun 2017 sebagai mulainya masa 7 tahun penderitaan.

Hitungan tanggalnya terbilang cukup rumit, tapi teori dasarnya berkutat pada tanggal-tanggal penting terkait Yerusalem. Pada 1217, seorang rabbi bernama Judah Ben Samuel melakukan prediksi pertama tentang Yerusalem dan akhir dunia. Pertama-tama, ia menduga Turki akan mengendalikan kawasan selama 8 kali tahun Yobel.

Yobel adalah periode 50 tahun yang bermuara kepada pengampunan, pelunasan utang, kebebasan dan anugerah Tuhan. Menurut sang rabbi, pada tahun 1217 merupakan mulainya siklus Yobel. Demikian juga dengan 1517 yang menjadi tahun penyerbuan kaum Turki ke Yerusalem.

Pada 1917 delapan Yobel kemudian, kaum Turki terusir dari Yerusalem pada hari “Hanukkah”. Ben Samuel meramalkan bahwa kota itu akan menjadi kota tak layak huni dalam Yobel ke-9 ketika kawasan itu berada di bawah mandat Inggris.

Saat itu muncul usulan agar Yerusalem menjadi terori Internasional. Kota itu terpecah menjadi milik dan Israel pada 1948 hingga akhirnya kembali di bawah kendali Israel pada 1967 yang merupakan ujung Yobel ke-9. Tahun 2017 juga menandai 50 tahun kembalinya kendali penuh Yerusalem oleh Israel sekaligus menjadi tahun terakhir dalam Yobel ke-10.

Menurut sang rabbi, inilah saatnya ketika kaum Yahudi memerintah di seluruh Israel dan hari akhir pun tiba. Tahun 2017 juga menandai dua masa Yobel sejak deklarasi Balfour yang berisi niatan menciptakan kampung halaman bagi kaum Yahudi, sekaligus 70 tahun (satu generasi Alkitabiah) setelah adopsi Rencana Partisi Palestina oleh PBB.

* Prediksi ke Sembilan, 2018

Suku Hopi adalah pribumi Amerika di negara bagian Arizona. Pada 2010 silam, ada 19.327 orang tinggal dalam kawasan reservasi seluas 6.557 kilometer persegi itu. Mereka adalah suku terbesar di Amerika Serikat.

Seperti suku-suku pribumi lainnya, suku Hopi juga mengalami kekerasan dan tekanan oleh para penakluk (conquistador) dari Spanyol walaupun mereka menikmati kemenangan besar pada 1542 dan 1680. Salah satu kontak dengan pemerintah AS adalah menteri David Young dengan tetua Hopi bernama White Feather pada 1958.

Sang tetua itu menceritakan beberapa ramalan Hopi kepada Young. Dua ramalan pertama adalah tentang para pria berkulit putih dan roda berputar berisi suara-suara Hopi yang diartikan sebagai kedatangan bangsa Eropa dan pendudukannya atas benua Amerika.

Hal tersebut berisi tentang hewan aneh seperti buffalo yang memenuhi lahan, yaitu peringatan melawan peternakan modern berskala besar. Tiga prediksi berikutnya adalah tentang ular-ular besi, sarang besar laba-laba, dan sungai batu, yang mengacu kepada rel kereta, kabel-kabel telekomunikasi, dan jalan-jalan raya.

Semua prediksi itu sudah tergenapi ketika diungkapkan kepada Young pada 1958. Tapi tiga ramalan terakhir belum terpenuhi. Prediksi White Feather tentang masa depan adalah tentang lautan yang menjadi hitam sehingga membinasakan semua yang ada di dalamnya.

Banyak yang mengkaitkan tersebut dengan kebocoran minyak Teluk Meksiko pada 2010 yang menjadi kebocoran terbesar ke-5 di dunia, walaupun hanya setengah ukuran kebocoran Kern County pada 1910. Prediksi berikutnya adalah tentang pemuda yang ingin belajar adat istiadat Pribumi Amerika. Hal ini tentu berkaitan dengan gerakan hippie.

Lalu ada ramalan ke sembilan tentang tempat tinggal di langit, di atas Bumi, yang akan jatuh dengan hantaman raksasa. Bentuknya pun seperti bintang biru. Segera sesudahnya, kumpulan warga suku akan musnah. Anggapan langsung tentang ramalan itu adalah adanya komet yang menabrak Bumi. Tapi ada juga yang memberi arti lain kepada bintang biru.

Tiangong-1 adalah laboratorium angkasa milik China yang telah kehilangan komunikasi dengan Bumi sejak 2016. Wahana itu sekarang sedang mengorbit Bumi sampai kehabisan momentum dan tertarik jauh ke Bumi. Wahana itu diperkirakan akan kembali memasuki atmosfer Bumi pada 2018.

* Jam Mesias, 2239

Salah satu ciri ajaran Yudaisme yang mudah dimengerti adalah bahwa mereka masih menunggu kehadiran Mesias. Tapi, yang rumit adalah ramalan untuk menentukan secara tepat saat kedatangan yang dimaksud. Rabbi Eliyahu dari Vilna adalah cendekiawan Abad ke-18 yang mengembangkan metode perhitungan kedatangan Mesias berdasarkan Mazmur 90:4 yang mengatakan bahwa 1000 tahun bagi manusia seperti 1 hari di mata Tuhan.

Ia kemudian mengkaitkan itu dengan masa penciptaan selama 6 hari. Hari ke-7 ditafsirkan sebagai “Sabbath”, yaitu ketika Tuhan berkuasa atas makhluk hidup selamanya dan dikenal juga sebagai Zaman Mesianik.

Kalender Ibrani sedikit berbeda dari kalender Gregorian karena suatu hari yang baru dihitung saat matahari terbenam, bukan waktu matahari terbit. Jadi, Zaman Mesianik dimulai pada hari akhir di tahun ke-6000, yang jatuh pada 30 September 2239.

Menurut pandangan ini, Mesias pastilah hadir sebelum Sabbath sehingga tanggal itu adalah batas akhir kehadiran walaupun Mesias mungkin saja sudah hadir jauh sebelumnya untuk mempersiapkan kita.

Sayangnya, walaupun Sabbath abadi membawa damai dan keselarasan menyeluruh, semua itu diperuntukkan bagi mereka yang giat bersiap menyambut kedatangan Mesias dan bukan sekedar yang mengaku beragama Yahudi.

* Kode Alquran, 2280

Rashad Khalifa adalah seorang ahli biokimia Mesir sekaligus sebagai pembawa nubuat. Di akhir 1960-an, Khalifa mulai menggunakan komputer untuk mencari kode-kode matematis tersembunyi dalam Alquran.

Menjelang pertengahan 1970-an, ia mengaku telah menemukan kode-kode itu. Penelitiannya merambah frekuensi kata, huruf, ayat, angka, dan lainnya sehingga ia menyimpulkan bahwa angka 19 merupakan angka kunci pembuka rahasia. Misalnya, ayat pertama Alquran memiliki 19 huruf, demikian juga dengan ayat pertama dari pewahyuan terakhirnya.

Beberapa jumlah juz membuat “pernyataan yang hilang” yang terkenal dengan pernyataan tambahan dengan ada 19 juz. Penyuntingannya dilakukan 19 tahun setelah wafatnya Nabi. Masih banyak hal yang dianggap sebagai bukti. Sama dengan kitab suci lainnya, Alquran hanya mengungkapkan sedikit tanda untuk mengetahui tibanya akhir dunia.

Misalnya merekahnya Bulan yang dipercaya terjadi ketika manusia mengambil kembali bebatuan Bulan, pengungkapan kode rahasia (yaitu angka 19 itu), dan makhluk “buatan Bumi” yang memberi hidayah tentang pencipta. Yang dimaksud dengan “buatan Bumi” adalah sebuah komputer atau teknologi.

Dengan menggunakan semua kode dan petunjuk tersebut, Khalifa berkesimpulan bahwa dunia akan berakhir pada 2280. Di saat akhir, akan terdengar bunyi sangkakala serta Bumi dan angkasa akan “hancur lebur.” Hal ini tidak sama dengan kode-kode matematika yang bisa dengan mudah dibuat agar cocok dengan prediksi. Namun bukti yang diajukan mengaku kepada, jumlah 6.346 ayat Aluran yang merupakan hasil dari 334 dikali dengan 19.

Yang menariknya lagi, Khalifa dibunuh oleh mantan siswanya pada Januari 1990. Setelah 19 tahun kemudian, pembunuhanya diekstradisi dari Kanada untuk menjalani sidang dan dijatuhi hukuman pada 19 Desember 2012. Dan dengan adanya peristiwa tersebut, lagi-lagi angka 19 kembali muncul.

* Yellowstone Supervolcano

Seiring munculnya prediksi tentang akhir zaman, para pencetus teori konspirasi dan pegelut ilmu semu (pseudoscience) mengklaim bahwa pada 19 November lalu, benda angkasa luar sebesar planet bernama Nibiru akan menghantam dan menghancurkan Bumi.

Namun kenyataannya, Bumi masih berputar hingga saat ini. Dan berbagai lembaga, seperti Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA), terus konsisten membantah eksistensi planet Nibiru tersebut beserta teori kiamat yang menyertainya. Meski begitu, narasi dan diskursus tentang kiamat atau bencana besar selalu tak lekang dari proses komunikasi maupun interaksi sekelompok manusia.

Beberapa orang bahkan memiliki pandangan yang lebih “realistis” tentang bencana tersebut, menggambarkannya dengan tensi geopolitik dan militer dunia yang tengah hangat pada masa kini atau berbagai gejala alam yang jauh lebih potensial, daripada Planet Nibiru.

Situs bernama Before Its News memprediksi bahwa bumi akan ditabrak oleh planet yang menyebabkan kiamat, yakni pada Desember 2015. Gunung berapi di taman nasional Yellowstone, Amerika Serikat, secara periodik kerap menjadi subjek narasi kiamat dalam berbagai berita atau kisah.

Ketika ditanya mengenai kepopuleran Yellowstone dalam narasi kiamat, ahli geologi Christy Till mengatakan kepada Newsweek bahwa, “kecenderungan itu berasal dari frekuensi gempa yang sering terjadi di Yellowstone. Meski begitu, klaim tentang gunung berapi di sana justru sulit untuk dipahami.”

Meski begitu, beberapa ilmuwan lain tak sejalan dengan Till. Ada yang menyebut bahwa teori Yellowstone Supervolcano mungkin masih relevan. Apa lagi mengingat sempat terjadi erupsi dahsyat di kawasan tersebut pada masa prasejarah.

Dan ketakutan akan konsekuensi dari erupsi dahsyatnya yang meliputi selimut abu yang bisa membahayakan kehidupan di Bumi. Jika peristiwa seperti itu benar terjadi, dengan membuat teori tersebut sangatlah menakutkan.

Jika teori itu semakin mendekati kenyataan, kemungkinan besar United States Geological Society (USGS), lembaga yang memonitori Yellowstone, akan membuat early warning system bagi seluruh masyarakat yang mungkin akan terdampak atas bencana tersebut.

Dari semua ramalan peristiwa diatas, kita tidak dapat mengetahui apa dan bagaimana sebenarnya kita akan meninggalkan dunia ini. Baik itu kehancuran dari bumi yang kita pijak saat ini, itu semua adalah rencana dan rahasia sang pencipta. Kita sebagai makhluk ciptaannya hanya bisa mendekatkan diri padaNya dan menjauhi segala hal buruk selama ada di dunia.

Ingatlah, yang namanya kehidupan, kelahiran, kematian dan pemusnahan, bahkan kiamat sekalipun, itu semua adalah rahasia Tuhan. Jadi persiapkan amal dan ibadahmu dari sekarang, agar ketika anda menghadapi hal tersebut, anda sudah dalam keadaan siap dan layak. Semoga artikel ini dapat menjadi pedoman dan bermanfaat bagi kita semua.