boneka kucing

Kisah Dibalik Boneka Kucing Keberuntungan “Maneki Neko”

Pernahkah Anda merasa bertanya-tanya tentang boneka kucing emas yang tangannya mengayun atas bawah yang sering Anda temukan di restoran atau toko-toko milik orang Asia ataupun milik toko pribumi yang ada di sekitar daerah anda? Berikut ini adalah berbagai cerita menarik di balik boneka tersebut.

Kalau anda pernah mengunjungi restoran China atau Jepang, atau supermarket yang menjual produk Asia, atau toko-toko yang biasanya ada di Chinatown, mungkin anda akan sering melihat boneka kucing kecil tergeletak di sebelah kasir sambil mengayun-ayunkan tangan kanannya.

Boneka kucing kecil ini disebut sebagai kucing pembawa keburuntungan, yang konon katanya sangat terkenal di budaya Jepang dan China. Boneka ini dianggap sebagai suatu jimat yang dipercaya mampu menyerap rezeki dan keberuntungan untuk sang pemilik usaha. Karena itulah boneka ini akan sering di temui di toko-toko, tempat makan, dan tempat bisnis lainnya.

Maneki neko, yaps itulah nama dari boneka tersebut. Maneki neko adalah sebuah pajangan yang berbentuk kucing dari Jepang, pajangan ini dibuat dari “porselen atau keramik”. Kaki atau tangan bagian depan pada pajangan ini diangkat seperti sedang memanggil orang dan terkadang bagian tersebut juga dibuat bisa bergerak seperti sedang mengajak atau memanggil orang.

Pajangan ini dipercaya dapat membawa keberuntungan untuk pemiliknya. Maneki neko biasanya dipajang di toko, restoran dan juga tempat-tempat usaha. Maneki neko yang mengangkat kaki atau tangan bagian depan sebelah kanan dipercaya dapat mendatangkan uang, sementara maneki neko yang mengangkat kaki atau tangan depan sebelah kiri dipercaya mendatangkan pembeli.

Pada umumnya, maneki neko tidak dibuat dengan bentuk kedua belah kaki depan diangkat, namun karena posisi seperti itu dianggap sebagai posisi orang yang sedang menyerah. Biasanya, model yang digunakan untuk pajangan ini adalah kucing belang tiga dan kucing Japanese Bobtail dengan buntut pendek seperti buntut kelinci.

Sekarang ini Maneki neko dibuat dalam warna-warna lain yang lebih unik, seperti kuning emas, silver atau juga hitam. Pada awalnya, kucing yang menjadi model maneki neko dikatakan konon sedang mencuci muka dengan menggunakan salah satu kaki bagian depannya lho.

Maneki neko dibuat dalam berbagai bentuk yang disesuaikan dengan keperluan sehari-hari. Berbagai bentuk dari maneki neko tersebut sama seperti bentuk gantungan kunci, celengan, dan juga ada yang dibuat dengan fungsi pengharum ruangan. Ada juga bahan-bahan lain yang tidak umum untuk membuat maneko neko, bahan tersebut adalah plastik atau kain perca.

Dalam bahasa Inggris, maneki neko disebut juga sebagai “fortune cat” (kucing keberuntungan) atau juga beckoning cat (kucing yang memanggil). Maneki neko sudah menjadi sebuah tradisi untuk para pedagang atau juga para pengusaha di Jepang. Maneki neko sering dianggap sebagai benda pembawa keberuntungan.

Orang Jepang banyak yang membelinya boneka ini pada saat tahun baru. Maneki Neko sering dijual bersama kumade di kios pasar kaget yang berjualan di luar kuil Shinto. Selain itu, banyak juga toko pajangan yang menjual maneki neko dalam berbagai ukura. Pinggiran kota Takasaki, Prefektur Gunma merupakan pusat kerajinan maneki neko dan daruma terbesar di Jepang.

Maneki neko asal Takasaki ini umumnya dibuat dengan teknik hariko (rangka kayu ditempel washi). Selain itu, maneki neko produksi Takasaki ini juga dibuat dari keramik atau plastik.

Kisah dari Maneki Neko

Tidak semua orang percaya bagaimana Maneki Neko ini pertama kali muncul. Namun, kebanyakan orang percaya bahwa boneka kucing keberuntungan ini pertama kali muncul saat zaman Edo di Jepang yaitu sekitar abad ke 17 sampai pertengahan abad 19. Ada beberapa legenda populer mengenai asal mula dari kucing keberuntungan ini.

Asal usul Maneki Neko yang tidak pasti membuat banyak bertanya-tanya, namun ada beberapa cerita rakyat yang memberikan penjelasan tentang hal tersebut. Hampir semua catatan menyatakan bahwa gerakan Maneki Neko adalah gerakan dari kucing yang sedang mencuci wajahnya. Ada kepercayaan di Jepang yang menyatakan bahwa kucing yang sedang mencuci wajahnya berarti pertanda bahwa pengunjung akan segera tiba.

Kepercayaan ini juga berhubungan dengan sebuah pepatah Cina yang menyatakan bahwa kucing yang sedang mencuci wajahnya adalah pertanda akan turun hujan. Oleh karena itu, kemungkinan muncul keyakinan bahwa sosok kucing yang sedang mencuci mukanya akan mendatangkan pelanggan dan keberuntungan.

Banyak sekali cerita asal usul Maneki Neko yang tersebar. Untuk itu kami akan membahas beberapa dari cerita tersebut :

  • Pertama, ada seorang juragan kaya yang sedang berteduh dari hujan badai di bawah pohon sebelah kuil. Kemudian dia tersentak melihat seekor kucing di dalam kuil, seolah menyuruhnya untuk masuk ke dalam kuil, lalu dia masuk ke dalam kuil tersebut. Tak lama kemudian, petir datang menyambar pohon tempat dia berteduh. Karena kucing tersebut telah menyelamatkan nyawanya, juragan itu sangat bersyukur dan menyumbangkan kekayaannya untuk mendanai kuil tersebut hingga menjadi kuil yang mewah dan makmur. Saat juragan itu meninggal, sebuah patung kucing didirikan untuk memperingati kedermawaannya.
  • Kedua, legenda wanita tua. Selama abad ke-19, ada seorang wanita tua yang sangat miskin dan memiliki kucing yang sangat dicintainya. Ketika akhirnya ia tidak bisa lagi merawat si kucing, maka pada suatu malam ia membiarkan si kucing tersebut pergi. Pada malam yang sama, si kucing muncul dalam mimpinya dan menyuruhnya untk membuat gambar kucing dari tanah liat yang akan membawa keberuntungan bagi si wanita tua. Kemudia wanita tua tersebut mengikuti petunjuk si kucing dengan membuat gambar kucing dari tanah liat, setelah itu banyak pengunjung yang menyukai gambar tersebut dan membelinya. Semakin banyak orang yang membelinya telah membuat wanita tua ini keluar dari kemiskinan.
  • Ketiga, kucing liar dan sebuah toko. Seorang pemilik dari toko miskin (atau penginapan, kedai, candi) menolong seekor kucing liar yang kelaparan, walaupun ia sendiri tidak memiliki cukup makanan untuk dirinya sendiri. Seperti ucapan terimakasih darinya, kucing tersebut pergi ke stasiun dan mengundang banyak pengunjung ke toko miskin tersebut. Oleh karena itu “kucing pemanggil” ini menjadi simbol keberuntungan bagi pemilik usaha kecil.
  • Keempat, peringatan bangsawan dari seekor kucing. Ada seorang bangsawan yang sedang berlindung dari hujan badai di bawah pohon sebelah kuil. Dia lalu melihat kucing yang tampaknya sedang melambai padanya, jadi ia mengikuti si kucing masuk ke dalam kuil. Tak lama kemudian, petir pun menyambar pohon tempat ia berlindungnya tadi. Karena si kucing telah menyelamatkan hidupnya, sang bangsawan pun membangun kuil bagi kucing tersebut. Ketika ia meninggal, patung kucing pun dibuat untuk menghormati si kucing yang telah menyelamatkan hidupnya.
  • Kelima, kucing yang dipenggal. Seorang wanita muda bernama Usugumo, yang tinggal di Yowhiwara di Tokyo Timur, memiliki seekor kucing yang sangat disayanginya. Suatu hari, ia mendapatkan kunjungan dari temannya, seorang samurai. Lalu tiba-tiba kucingnya menjadi panik dan mencakar kimono si wanita itu terus menerus. Berpikir bahwa si kucing menyerang wanita tersebut, maka sang samurai pun menebas si kucing dan membuat kepala kucing tersebut terpental ke udara, lalu menggigit seekor ular berbisa yang sedang bersiap menyerang dari atas. Kucing itu telah menyelamatkan sang wanita dari serangan seekor ular berbisa. Setelah kejadian tersebut, Usugumo sangat terpukul karena teman kesayangannya mati hingga ia tidak bisa makan atau tidur. Sang samurai pun merasa bersalah, ia lalu pergi ke seorang pemahat kayu terbaik, yang membuatkannya ukiran kucing dengan tangan keatas seakan memberikan salam. Gambar ini lah yang kemudian populer menjadi Maneki Neko.

Kenyataannya, ada makna di balik tangan kucing yang naik turun tersebut. Saat tangan sebelah kiri diangkat, ini menandakan bahwa hal ini akan menarik pelanggan untuk datang. Bila yang kanan diangkat, ia akan mengundang rezeki dan uang. Apabila kedua tangannya diangkat, ini berarti boneka kucing tersebut sedang meminta perlindungan.

Simbol dibalik warna boneka

Biasanya anda akan melihat Maneki Neko putih dengan titik-titik jingga dan hitam. Namun, nyatanya ada beberapa variasi warna dan di setiap warna tersebut memiliki arti yang istimewa. Berikut penjelasannya :

  • Putih: kebahagiaan, kesucian, dan hal hal positif untuk datang
  • Emas: kekayaan dan kemakmuran
  • Hitam: menyangkal aura jahat
  • Merah: berhasil di hubungan antara teman dan cinta
  • Hijau: kesehatan yang gemilang

Makna aksesoris Maneki Neko

Seperti yang pernah anda lihat, Maneki Neko kebanyakan mengenakan kain alas dada, kalung leher, dan lonceng. Di zaman Edo, sangatlah wajar untuk para juragan kaya untuk mendandani kucing peliharaannya seperti itu. Sebuah lonceng diikatkan di kalung lehernya supaya pemiliknya tahu keberadaan kucingnya bilang hilang. Maneki Neko juga mengenakan aksesoris lain di cakarnya, Berikut diantaranya :

  • Logam oval emas seharga 1 Ryo: Dulu saat jaman Edo, satu Ryo mempunyai nilai nominal yang sangat besar. Bagi yang pernah melihat Maneki Neko tentu familiar dengan adanya logam emas pada dada boneka kucing ini. Nah, logam ini ternyata tak hanya sekedar aksesoris saja melainkan lambang kekayaan. Jadi dengan adanya logam emas ini orang berharap Maneki Neko dapat mendatangkan kekayaan untuk mereka.
  • Martil magis: Jika Anda melihat satu martil atau palu kecil, ini simbol yang menandakan kekayaan. Saat dikocok, martil ini biasanya mengundang rezeki. Salah satu hal yang menjadi ciri khas dari Maneki Neko adalah tanganya yang bisa bergerak. Nah, tangan ini konon sebenarnya merupakan martil yang bisa memanggil uang gaib. Jadi makan banyak mengayun maka makin banyak pula rezeki yang datang.
  • Ikan, biasanya ikan carper: Meski sangat jarang adakalanya kita bisa menemukan boneka Maneki Neko yang memegang ikan. Nah ikan ini adalah ikan carper, bagi masyarakat Jepang Ikan tersebut merupakan lambang kelimpahan rezeki yang besar. Hal ini di dasari oleh jarangnya orang Jepang pada masa itu yang bisa mengkonsumsi ikan. Karena jauhnya letak laut, sementara orang Jepang pada masa itu kebanyakan hidup di gunung dan bertani.
  • Kelereng atau batu permata: Benda ini juga berfungsi sebagai penarik uang. Banyak orang percaya kalau bola kristal menandakan kebijaksanaan. Beberapa Maneki Neko dihiasi dengan kelereng atau batu permata, hal ini konon merupakan magnet penarik rezeki yang paling bagus. Kelereng dan permata yang berkilau konon bisa mendatangkan banyak rezeki, selain itu benda-benad yang berkilau juga merupakan lambang kebijaksanaan.

Selain beberapa benda tadi, kucing keberuntungan ini juga bisa dihias dengan benda-benda lain seperti labu manis, kertas doa, lobak, dan batang logam. Barang-barang ini konon juga merupakan pengundang kekayaan serta nasib baik.

Itulah tadi pembahasan mengenai boneka kucing keberuntungan atau Maneki Neko. Semoga info ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda.