telepati

Penjelasan Mengenai Telepati Dan Cara Melakukannya

Saat ini sangat banyak bentuk komunikasi yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun kali ini kami tidak membahas soal komunikasi melalui Smartphone atau benda teknologi lainnya. Kali ini kami akan membahas tentang komunikasi telepati. Ya komunikasi yang satu ini mungkin sering kita lakukan baik itu tanpa kita sadari sekali pun. Untuk mengetahui bagaimana dan apa itu telepati, simak penjelasannya brikut ini.

Apa itu Telepati?

Telepati berasal dari dua kata yaitu : “tele” berarti “jauh” dan “pathos” berarti “perasaan”. Telepati secara harfiah artinya adalah “merasakan dari jarak jauh”. Telepati adalah gejala alamiyah yang sudah ada sejak kita masih bayi. Semua anak bayi memiliki kemampuan telepati secara alamiyah. Anak bayi belum mampu mengungkapkan perasaan dan keinginannya dengan kata-kata. Ia menyampaikan dan mengungkapkan keinginannya melalui perasaan yang ia pancarkan.

Telepati adalah ilmu berkomunikasi tanpa batas, maksudnya tanpa batas adalah kita bisa mengirim sebuah informasi tanpa harus menulisnya dan menyampaikannya langsung kepada sipenerima. Lalu bagaimana hal itu bisa terjadi?? Sebenarnya, telepati dilakukan dengan menggunakan kekuatan pikiran. Tahukah kamu hanya berapa persen manusia menggunakan otak mereka?? Seorang jenius mengatakan, jika manusia baru menggunakan otaknya sekitar 6%, orang pintar 4% dan yang biasa-biasa saja paling baru menggunakan sekitar 3% saja dari kapasitas otaknya.

Sebenarnya hal apakah yang terjadi jika kita menggunakan lebih dari rata-rata persen otak? Menurut pendapat banyak orang, katanya kita bisa menggerakkan benda tanpa harus menyentuhnya, biasanya ini disebut telekinesis atau psikokinesis, bisa terbang di udara, bisa mengobati seseorang dari jarak yang jauh, biasa melakukan telepati dan lain sebagainya.

Telepati dipercaya melibatkan fisiologis pada tubuh. Tidak semata-mata pikiran yang bekerja. Penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang menyampaikan sebuah informasi telepatik kepada orang lain, terjadi perubahan fisiologis dalam diri pengirim. Pada saat seorang pengirim pesan diminta berkonsentrasi memikirkan penerima pesan, respon kulit galvanik atau GSR, yang merupakan detektor alamiah terhadap stres psikologis dalam diri seseorang, meningkat. Pada saat relaks, GSR-nya kembali menurun.

Telepati sudah Ada sejak Lahir

Sejak bayi manusia sudah memiliki kemampuan untuk bertelepati, karena otak kanan pada seorang bayi lebih dominan daripada otak kiri. Seiring dengan pertumbuhan usia, peranan otak kiri semakin dominan dan peranan otak kananpun berkurang, maka kemampuan berkomunikasi dengan telepatipun berkurang pula. Sebenarnya kemampuan telepati ini bisa diasah dan dirawat terus dengan melakukan latihan. Telepati adalah cara berkomunikasi menggunakan fikiran bawah sadar atau otak kanan.

Setiap orang bisa melakukannya, asal mau mencoba dan melatihnya, karena pada dasarnya ketika masih bayi semua orang pernah melakukan komunikasi dengan telepati. Kemampuan telepati jadi berkurang, karena kita lebih banyak menggunakan otak kiri daripada otak kanan. Pancaran sinyal telepati dilakukan oleh fikiran bawah sadar melalui otak belahan kanan, dan diterima oleh penerima melalui otak belahan kanan pula.

Sinyal yang diterima umumnya berupa perasaan. Hubungan telepati biasanya lebih mudah dilakukan antara orang yang mempunyai hubungan emosi. Misalnya antara seorang ibu atau ayah dengan anaknya, abang dengan adik, dua orang yang sedang pacaran, karib kerabat, teman bisnis yang akrab, suami istri dan lain sebagainya.

Sejarah Telepati

Dalam sejarah tercatat nama Emanuel Swedenborgh seorang sarjana Swedia hidup diabad 18. Semula ia lebih cenderung mempelajari ilmu alam tetapi belakangan ia lebih tertarik dengan ilmu gaib/occoultisme. Dalam suatu rapat yang dihadiri kalangan cendekiawan, tiba-tiba Swedenborgh berlarian kesana-kemari, wajahnya tampak pucat penuh kekawatiran. Seperti orang kurang waras ia mengatakan, baru saja terjadi kebakaran besar di Stockholm, rumah sahabatnya terbakar namun rumahnya selamat dari amukan api.

Tiga hari kemudian ada kabar dari Stockholm bahwa kota itu mengalami kebakaran besar. Umumnya sinyal telepati akan memancar kuat secara otomatis ketika saat seseorang berada pada kondisi terjepit, tertekan dan terdesak, dan saat seseorang dipengaruhi oleh perasaan emosi, takut, gembira, cemas, yang kuat. Pada saat itu fikiran bawah sadar (otak kanan) lebih dominan daripada fikiran sadar (otak kiri).

Kisah Telepati Seorang Petani Dan Pandai Besi

Seorang dokter di Perancis bernama Andral juga mengisahkan suatu peristiwa ketika terjadi pertengkaran antara seorang petani dengan pandai besi. Petani itu mengeluh bahwa setiap malam telinganya diganggu suara gemuruh seperti besi beradu sehingga menyebabkan ia tidak bisa tidur.

Mendengar penuturan petani itu, pagi harinya Andral memanggil pandai besi tetangganya dan bertanya kepada pandai besi itu, aktivitas apa saja yang dilakukannya sekitar jam 22.00 – 24.00. Pandai besi itu mengaku bahwa pada jam itu ia bekerja menempa besi sambil membayangkan wajah petani tetangganya yang telah menyiksanya dan ia berharap suara besi yang ditempanya mampu menembus tembok kamarnya.

Andral lalu berkata: “Baik keinganmu telah tercapai, mulai saat ini hentikanlah ulah jahatmu itu , atau aku adukan engkau kepada polisi” . Malam hari berikutnya pandai besi itu menghentikan kegiatannya tersebut dan petani itupun bisa tidur dengan tenang. Itulah beberapa gejala telepati yang bisa saja terjadi pada diri kita. Kasus serangan mental seperti yang dialami petani itu bisa saja terjadi pada siapapun.

Ketika hal ini terjadi, biasanya tidak disadari oleh pelaku maupun orang yang mengalami serangan, karena aktivitas ini memang berada pada wilayah fikiran bawah sadar. Keluhan atau jeritan orang yang teraniaya biasanya diikuti dengan emosi yang kuat, ini akan memancarkan sinyal telepati.

Serangan mental yang berupa telepati ini biasanya terjadi pada orang yang berhubungan dekat atau memiliki hubungan emosi, seperti orang tua dengan anak, antara adik dan kakak, antara tetangga, sahabat karib, pasangan suami istri, orang yang berpacaran, antara majikan dengan karyawan dan lain sebagainya.

Cara Melakukan Telepati

Telepati bisa dilakukan oleh semua orang, asalkan dapat konsentrasi tinggi. Sebelum saya menjelaskan cara mengirim telepati, kami akan jelaskan dulu beberapa contoh yang pernah saya dan orang rasakan. Biasanya telepati yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari seperti rasa takut, keadaan yang mendesak, dan tanpa kita sadari sekalipun. Jadi secara tidak langsung gelombang otak akan mengirimkan sinyal kepada orang yang kita pikirkan. Berikut cara yang harus kamu lakukan agar dapat melakukan telepati :

  • Berbaringlah di tempat yang nyaman di kamar anda.
  • Usahakan mencari suasana yang hening, karena suara yang terlalu berisik bisa merusak konsentrasi.
  • Penjamkan mata anda, lalu mulailah menarik nafas perlahan, tahan 5 detik, lalu hembuskan perlahan. Lakukan cara ini sampai kamu benar-benar merasa rileks
  • Setelah benar-benar rileks, bayangkan seseorang yang ingin anda kirimkan telepati
  • Nah disini hal yang paling sulit, anda harus benar-benar menggambarkan orang yang ingin anda telepati dalam pikiran anda. Tidak bisa samar-samar, disinilah membutuhkan konsentrasi yang tinggi.
  • Setelah anda berhasil gambarkannya, lalu pikirkan kembali pesan apa yang ingin anda kirimkan, misalnya anda ingin dia membawakan makanan untuk anda.
  • Setelah itu perlahan-lahan bukalah mata anda

Demikian artikel yang bisa kami bagikan, semoga dapat menambah wawasan anda yang membacanya. Terima kasih.