buang air kecil

Sering Buang Air Kecil? Yuk Kenali Penyebab, Gejala Dan Cara Mengatasinya

Setiap semua orang normal pasti buang air kecil setiap harinya, namun paling tidak 4-8 kali sehari. Tetapi, apabila lebih sering buang air kecil apalagi sampai mengganggu saat tidur, tentu ini sesuatu yang tak lazim, bisa disebabkan oleh respon normal karena kebanyakan minum atau bisa juga disebabkan oleh penyakit.

Pada kesempatan ini mari sama-sama kita ketahui hal-hal apa saja yang menjadi penyebab sering buang air kecil dan solusi mengatasinya. Untuk mempermudah, pertama-tama coba cermati gejala yang Anda alami, dalam hal ini saya bagi menjadi 2 yaitu sering buang air kecil tanpa rasa sakit dan sering kencing disertai rasa sakit serta perhatikan makanan dan minuman yang baru-baru ini dikonsumsi. Kemudian sesuaikan gejala dengan penyebabnya yang akan saya uraikan nanti.

Mengapa Seseorang Sering Ingin Buang Air Kecil?

Jika kamu termasuk orang yang sering sekali ingin buang air kecil atau mudah kebelet pipis? Kondisi ini ternyata memang ada di dalam dunia kedokteran yang dikenal dengan istilah “Inkontinensia urine“. Inkontinensia urine adalah suatu kondisi di mana seseorang tidak dapat mengontrol kandung kemih mereka.

Mereka mungkin menyadari bahwa air seni mereka bocor, tetapi mereka tidak dapat mengendalikannya. Stres adalah penyebab paling umum dari kondisi ini. Inkontinensia urine umumnya terjadi pada wanita. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang penyebab inkontinensia urine, seperti dilansir Health Me Up.

Seperti yang Anda tahu sebelumnya, berapa kali buang air kecil ditentukan oleh kondisi tubuh. Sebuah Urine mengandung air, urea, asam, hingga racun dan zat-zat sisa yang telah disaring oleh tubuh untuk dibuang. Beberapa organ dibutuhkan dalam proses ini. Ginjal memainkan salah satu peran yang paling penting untuk menyaring sel darah, menyaring protein, dan sebagainya. Setelah itu, urine akan melewati uretra untuk menuju kantung kemih.

Kantung kemih akan menampung urine untuk sementara sampai mencapai titik penuh hingga akhirnya harus segera dikeluarkan melalui ureter. Anda bisa membayangkan jika satu atau dua organ ada kelainan, maka jumlah urine yang Anda keluarkan serta berapa kali buang air kecil pun akan berbeda. Berikut penjelasan soal penyebab Anda sering atau jarang buang air kecil.

Gejala sering Buang Air Kecil

Seringnya seseorang buang air kecil bisa disebabkan karena terlalu banyak minum ataupun karena kondisi medis (penyakit tertentu), yang tidak boleh disepelekan karena bisa menyebabkan suatu yang lebih parah daripada itu. Perlu Anda ketahui, pada normalnya, buang air kecil dalam sehari menghabiskan 4-8 kali atau sebanyak 1-1,8 liter.

Akan tetapi, sebagian orang bisa buang air kecil melebihi frekuensi tersebut, bahkan perlu bangun di malam hari hanya untuk buang air kecil. Buang air kecil melebihi frekuensi normal untuk waktu yang lama dapat mengindikasikan berbagai kondisi medis yang menyebabkan penyakin tertentu.

Untuk mengetahui penyebab mengapa Anda sering buang air kecil, terlebih dahulu sebelumnya Anda harus memastikan apakah Anda memang terlalu banyak minum atau waktu minum Anda mendekati jam tidur sehingga terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Bila tidak demikian, perhatikanlah gejala lain yang mungkin Anda rasakan.

Penyebab Seringnya Buang Air Kecil

Terlalu sering buang air kecil ternyata dapat menjadi indikasi masalah kesehatan pada seseorang. Ada banyak penyebab mengapa seseorang sering buang kecil, tapi jangan khawatir ini bisa diobati sesuai dengan penyebabnya. Terpenting adalah berkonsultasi dengan dokter ketika masalah ini sangat mengganggu. Lalu, apa saja penyebabnya? Berikut penjelasannya :

  1. Kehamilan dan persalinan. Merupakan penyebab utama inkontinensia pada wanita karena otot-otot panggul melemah. Beberapa wanita juga mengembangkan kandung kemih yang terlalu aktif setelah mereka memasuki usia 40 karena perubahan hormonal dan menopause. Sementara itu, pria cenderung menderita inkontinensia karena batu ginjal atau pembesaran prostat.
  2. Inkontinensia urine bisa disebabkan oleh stres. Kandung kemih yang terlalu aktif juga membuat seseorang mengalami kondisi ini. Ada beberapa penyebab inkontinensia urine, tetapi sebagian besar karena melemahnya saraf panggul, otot dan organ yang biasanya mengontrol buang air kecil. Penuaan, kerusakan fisik, kanker, obesitas atau tumor kandung kemih menjadi faktor lain yang menyebabkan inkontinensia urine.
  3. Infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih atau disebut “UTI” adalah salah satu masalah kesehatan yang disebabkan oleh infeksi pada bagian saluran kemih. Infeksi saluran kemih bisa jadi sangat menyakitkan. Anda akan merasa sering ingin buang air kecil, namun juga merasakan nyeri pada bagian uretra. Beberapa gejala lainnya adalah adanya darah pada urine dan sensasi terbakar ketika buang air kecil.
  4. Infeksi kandung kemih. Dr Chamandeep Bali dari Toronto Naturophatic Health Clinic mengungkap bahwa semakin lama Anda menahan pipis, maka kandung kemih akan semakin berpotensi untuk menjadi tempat berkembang biak bakteri. Hal ini bisa berujung pada infeksi yang menyebar pada ginjal dan menyebabkan masalah yang lebih besar pada tubuh.
  5. Disfungsi buang air kecil. Masalah ini lebih sering dikenal sebagai Lower Urinary Tract Symptomps (LUTS). Biasanya hal ini terjadi ketika Anda mulai tak bisa mengendalikan kandung kemih dan saluran kemih Anda. Koordinasi yang buruk antara otot kandung kemih dengan uretra ini membuat seseorang bermasalah saat buang air kecil. Beberapa di antaranya Anda bisa ngompol, tidak buang air kecil hingga tuntas, dan kualitas seks yang menurun.
  6. Tak bisa menahan pipis lagi. Masalah yang satu ini biasanya terjadi pada orang yang sudah lanjut usia. Masalah ini membuat orang tak bisa menahan pipis lagi sehingga mereka sering mengompol atau langsung buang air kecil saat itu juga.
  7. Gangguan kelenjar prostat. Bagi orang dengan gangguan kelenjar prostat, Anda akan merasa sulit untuk buang air kecil walaupun rasa ingin buang air sering muncul. Hal ini terjadi karena pembengkakan prostat dapat menekan uretra sehingga menutup aliran urine.
  8. Kandung kemih overaktif(overactive bladder). Ketika Anda menderita overactive bladder (OAB), Anda akan merasaan desakan tiba-tiba untuk membuang urine. Ini disebabkan karena kandung kemih yang bekonstraksi tidak normal. Ini akan meningkatkan seberapa sering buang air kecil dalam sehari.
  9. Diabetes. Bagi Anda penderita diabetes, Anda akan sering buang air kecil. Ini sering kali terjadi karena penderita diabetes memiliki dorongan minum yang tinggi akibat tingginya gula darah. Karena banyak minum, maka tubuh berusaha mengeluarkan cairan yang berlebih. Namun, terkadang saat menyaring darah untuk membuat urin, gula ikut tersaring dan menarik air lebih banyak.
  10. Terlalu banyak minum. Bagi Anda yang memang sering minum, maka tidak masalah ketika sering pula buang air kecil. Hal ini ditambah ketika cuaca panas, sehingga tubuh harus selalu terhidrasi dan minum banyak. Namun, jika jarang minum dan sering buang air kecil, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
  11. Ibu Hamil. Wanita yang sedang hamil juga bisa merasakan gangguan sering buang air kecil. Hal ini disebabkan karena janin yang tumbuh pada rahim terus menekan kandung kemih sehingga jumlah urin yang ditampung tidak bisa ditahan lagi. Semakin besar janin maka ibu hamil akan lebih sering mengalami gangguan sering buang air kecil baik yang terjadi pada waktu siang atau malam hari.

Pada dasarnya jika seseorang sering mengalami buang air kecil tapi masih dirasakan normal, maka tidak perlu khawatir. Namun jika gangguan sering terjadi ketika buang air kecil dan disertai dengan berbagai gejala seperti rasa sakit pada bagian perut bawah, panas saat buang air kecil dan kontraksi terus menerus yang menyebabkan sulit untuk kontrol buang air kecil, maka harus segera melakukan pemeriksaan kedokter.

Cara Deteksi Masalah Buang air Kecil

Jika gangguan buang air kecil terus terjadi dan mengganggu semua aktifitas harian, maka Anda bisa melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya. Beberapa gejala yang menyertai dengan gangguan ini hingga membutuhkan pemeriksaan adalah seperti :

  • Demam tinggi yang membuat tubuh menggigil.
  • Gangguan pencernaan yang menyebabkan diare, mual dan muntah.
  • Sulit untuk menerima makanan dan minuman atau nafsu makan menurun drastis
  • Sering merasa haus dan lapar meskipun baru saja makan atau minum
  • Tubuh terasa lebih lelah dan tidak bersemangat
  • Ada darah yang keluar bersama urin
  • Urin berbau, keruh dan panas

Langkah Pemeriksaan yang Dilakukan

Pemeriksaan bisa dilakukan oleh dokter untuk menemukan beberapa kemungkinan penyebab seringnya buang air kecil. Biasanya dokter akan menanyakan beberapa gejala yang berhubungan dengan waktu sering buang air kecil, kondisi tubuh secara umum, kebiasaan minum yang selama ini dilakukan, warna urin, konsumsi obat tertentu yang menyebabkan efek buang air kecil, dan kebiasaan buruk seperti konsumsi bahaya alkohol. Tes lain yang diperlukan untuk mengetahui penyebab masalah gangguan sering buang air kecil adalah:

  • Pemeriksaan urin lengkap untuk mengetahui kemungkinan bakteri atau virus yang ditemukan pada urin
  • Pemeriksaan sistometri, yaitu pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kondisi sistem kerja dalam kandung kemih. Fungsi tes urin ini juga untuk melihat kemungkinan masalah atau kerusakan yang terjadi pada otot dan syaraf yang bekerja untuk kandung kemih
  • Pemeriksaan syaraf, yaitu pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kondisi syaraf secara umum termasuk untuk bagian syaraf yang mengendalikan gangguan buang air kecil
  • Pemeriksaan USG, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kemungkinan kelainan yang terjadi pada bagian sistem kandung kemih.

Perawatan dan Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Perawatan untuk orang yang sering buang air kecil bisa dilakukan sesuai dengan kondisi yang mempengaruhi kelainan tersebut. Semua orang bisa melakukan tindakan perawatan sesuai dengan kondisi kesehatan yang terjadi. Berikut ini beberapa langkah perawatan dan pencegahan yang bisa dilakukan.

  • Diabetes, Bagi orang yang terdeteksi dengan jenis penyakit diabetes, maka harus melakukan perawatan dengan menjalankan beberapa program seperti mendapatkan insulin, pengaturan pola makan dan minuman, pengaturan aktifitas dan gaya hidup yang sehat. Langkah ini diperlukan untuk mengatur kadar gula dalam darah sehingga tidak terlalu tinggi. Perawatan lanjut bisa dilakukan sesuai dengan jenis diabetes (diabetes 1 dan diabetes 2)
  • Infeksi Kandung Kemih, Orang yang terdeteksi dengan penyakit infeksi kandung kemih maka biasanya memerlukan perawatan di rumah sakit atau rawat jalan. Semua dilakukan sesuai dengan kondisi yang terjadi. Pemberian obat-obatan jenis antibiotik biasanya dilakukan untuk membunuh semua bakteri atau virus yang telah menyebabkan infeksi pada sistem kandung kemih. Perawatan gangguan kandung kemih memang harus dilakukan dengan tepat untuk mengatasi masalah berlanjut ke bagian ginjal.
  • Gangguan Syaraf, Orang yang mengalami gangguan sistem syaraf mungkin harus menjalani perawatan lanjutan, misalnya jika penderita mengalami stroke maka perawatan dilakukan untuk membantu mengendalikan sistem kandung kemih. Perkembangan penyakit ini perlu terus diawasi untuk menghindari kondisi yang lebih parah.

Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil

Bila semua gangguan sering buang air kecil ternyata tidak menjadi indikasi penyakit yang serius dan tidak membutuhkan perawatan lanjutan, maka ikuti beberapa langkah dibawah ini :

  • Mencoba untuk mengatur sistem kemih dengan membuat jadwal khusus. Agar tidak menyebabkan gangguan menjadi lebih parah maka jadwal bisa dibuat dengan jarak waktu mulai dari yang paling cepat hingga paling lama agar kandung kemih agar kembali normal.
  • Menghindari semua jenis makanan dan minuman yang bersifat diuretik atau menyebabkan gangguan sering buang air kecil. Jenis produk yang perlu dihindari misalnya adalah coklat, kopi, alkohol, teh, semua jenis makanan yang mengandung pemanis buatan dan bahaya makanan pedas.
  • Atur jumlah minuman yang harus masuk ke dalam tubuh. Hal ini digunakan untuk mengatur sistem penampungan urin. Jika perlu Anda harus minum sedikit saat malam hari dan kemudian akan diulangi saat bangun tengah malam.

Jadi gangguan sering buang air kecil bisa yang masih normal dan tidak normal bisa ditandai dengan gejala yang muncul secara bersamaan. Anda juga bisa mengatur kembali gaya hidup yang sehat sehingga masalah gangguan buang air kecil tidak muncul lagi.