teleskop

Pembahasan Mengenai Teleskop Dari Sejarah, Jenis, Dan Bagiannya

Untuk dapat melihat benda-benda yang jaraknya sangat jauh sangatlah sulit. Dan untuk membantu kita dapat mencapai hal tersebu, kita harus memiliki alat yang dapat menjakaunya. Alat itu ialah Teleskop. Sudah pernah dengar? Yaaps, benda ini banyak digunakan oleh para peneliti maupun dikalangan umum untuk melihat benda dalam jarak jauh.

Untuk mengetahui lebih dalam lagi mengenai teleskop, simak pembahasan lengkapnya disini. Kami akan menyajikan berbagai rincian mengenai benda ini, berikut penjabarannya.

Apa Itu Teleskop?

Teleskop adalah alat pengamatan yang berfungsi mengumpulkan radiasi elektromagnetik dan sekaligus membentuk citra dari objek yang diamati. Teleskop adalah alat yang paling penting dalam pengamatan astronomi. Teleskop dapat menjalankan fungsi tersebut karena kemampuannya memperkuat cahaya dan memperbesar bayangan, sehingga benda-benda yang jauh dapat terlihat lebih dekat dan jelas.

Teleskop juga disebut sebagai “teropong”. Teleskop mampu meningkatkan ukuran sudut objek dan kecerahan. Alat yang menggunakan lensa ini seperti halnya pada fungsi dan bagian dari mikroskop, hanya saja memiliki perbedaan di bagian objek yang di lihat besar dan kecil dan juga jarak pandang.

Sejarah Teleskop

Hans Lippershey merupakan orang yang membuat kacamata yang berasal dari Middleburg, Belanda. Pada tanggal 2 Oktober 1608, ia menciptakan alat pertama yang disebut sebagai “teleskop”. Teleskop ini mempunyai kemampuan untuk memperbesar benda-benda yang diamati hingga lima kali lipat.

Setahun kemudian pada tahun 1609, Galileo Galilei menciptakan teleskop pertama yang digunakan dalam bidang astronomi, yang dapat memperbesar suatu pandangan atau benda hingga 20 kali lipat, sehingga pada tahun 1610 ia membenarkan teori “alam semesta berpusat pada matahari”.

Galileo diakui menjadi orang yang pertama menggunakan teleskop untuk tujuan astronomi. Pada teleskop pertama dibuat hanya dalam rentang panjang gelombang terlihat saja (seperti yang dibuat oleh Galileo, Newton, Foucault, Hale, Meinel, dan lain-lain) dan kemudian berkembang menjadi panjang gelombang radio setelah tahun 1945.

Dan hingga sekarang mencakup seluruh spektrum elektromagnetik teleskop setelah eksplorasi ruang majunya setelah tahun 1960. Penemuan atau prediksi adanya pembawa informasi lain (gelombang gravitasi dan neutrino) membuka spekulasi untuk membangun sistem deteksi bentuk energi tersebut dengan peran yang sama dengan teleskop klasik.

Pada tahun 1668, Isaac Newton menciptakan teleskop baru yaitu teleskop yang menggunakan cermin sebagai lensa. Sehingga penemuan ini merupakan titik balik dalam sejarah ilmu sains. Kemudian pada pertengahan abad ke 17, Havelius, seorang astronom yang berasal dari jerman membuat teleskop berlensa yang kerangkanya diciptakan dari kayu setinggi 46 meter. Selanjutnya, Huygens yang merupakan seorangan astronom dari Belanda menggunakan teleskop dengan lensa yang berbeda, teleskopnya juga tidak menggunakan tabung dan hanya terdiri dari dua buah lensa.

Pada tahun 1897, di Teluk Williams, Amerika Serikat, dibuatlah sebuat “teleskop Yerkes” dengan diameter 101 cm, sehingga menjadi teleskop berlensa terbesar di dunia pada saat itu. Hingga sekarang, yang menjadi teleskop terbesar adalah teleskop Keck yang di buat di puncak gunung berapi Mauna Kea di Hawaii, teleskop ini mempunyai kemampuan untuk meilihat suatu area delapan kali lebih luas dibandingkan teleskop lain.

Fungsi Teleskop

Fungsi utama teleskop yaitu untuk mengumpulkan cahaya dan memfokuskannya menjadi lebih besar dari segi diameternya, sehingga lebih banyak cahaya yang dapat dikumpulkan. Dan hasilnya, teleskop dapat melihat benda benda yang letaknya jauh, bahkan tidak tampak secara kasat mata sejauh mata memandang.

Teleskop pun memiliki peranan penting dalam bidang astronomi, tanpa adanya benda ini, para ahli astronomi tidak dapat melakukan tugasnya secara detil. Sehingga setelah dipatenkan teleskop astronomi oleh Galileo, maka banyak planet dan sistem lainnya yang terletak dalam tata surya yang dapat diamati, seperti Galileo Galilei yang langsung mengamati planet Venus dan Jupiter dengan teleskopnya.

Fungsi teleskop yang lain yang baru ditemukan adalah “hubble telescope” yang diletakkan di luar angkasa untuk mengirim gambar dengan menggunakan gelombang elektomagnetik. Gelombang tersebut akan ditangkap oleh bumi dengan hasil yang jelas dan jernih. Jadi, teleskop ini dapat membantu manusia untuk mengamati benda-benda di luar angkasa.

Cara Kerja Teleskop

Cara kerja teleskop hanyalah dengan prinsip untuk mengumpulkan cahaya, apa itu menggunakan lensa yaitu pada teleskop refraktor dan menggunakan cermin pada teleskop reflektor. Teleskop reflektor menggunakan cermin cekung, yang akan merefleksikan cahaya dan bayangan gambar yang diarahkan oleh teropong, cermin cekung ini akan menambah jangkauan sehingga dapat melihat benda yang jauh.

Teleskop reflektor memiliki kelemahan yang terkadang dapat menimbulkan bayangan yang tampak menjadi tidak fokus. Lensa utama akan mengumpulkan bayangan benda dan juga cahaya yang datang, kemudian disampaikan ke retina mata melalui media rekfraksi.

Media refraksimata ada lima, yaitu cahaya dan bayangan yang masuk akan sampai terlebih dahulu ke kornea (lapisan terluar mata), kemudian ke humor aquos, pupil, vitreus body, dan terakhir ke retina. Setelah sampain di retina bayangan tersebut dikirimkan melalui saraf penglihatan ke otak. Barulah seseorang dapat menginterpretasikan gambar tersebut.

Jenis-jenis Teleskop

Pada umumnya, teleskop terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Teleskop reflektor

Teleskop reflektor ini adalah alternatif pada teleskop refraktor. Terkadang refraktor optik teleskop akan mengalami gangguan yang membuat bayangan diterima menjadi tidak fokus. Berbeda dengan reflektor teleskop yang menggunakan cermin cekung, reflektor memiliki elemen penting sehingga bayangan yang diterima tetap dalam keadaan fokus.

Teleskop Catadioptrik memiliki sistem kerja yang tidak jauh berbeda dari refraktor dan reflektor teleskop, yang menyerap cahaya dan bayangan objek dan akan diterima oleh mata. Namun, jenis teleskop ini merupakan penggabungan dari dua jenis sebelumnya teleskop, yang menggunakan cermin dan lensa yang dapat ditemukan di mikroskop, mercusuar, dan kamera SLR lensa teleskop.

Semua teleskop yang pernah dibuat, memiliki kinerja yang sama beserta fungsinya, yaitu untuk mengamati objek yang sangat banyak seperti benda-benda langit dan benda-benda kecil, seperti menggunakan mikroskop untuk mengamati sel.

Fungsi teleskop baru yang ditemukan di zaman ini adalah teleskop hubble yang dipasang pada ruang untuk mengirim gambar dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. Gelombang akan ditangkap oleh bumi dengan hasil yang jelas. Dengan demikian, teleskop ini membantu orang untuk mengamati benda-benda di luar angkas.

Sehingga gambar dapat diamati, difoto, belajar, dan ditransmisikan ke komputer, menggunakan teleskop yang dilengkapi dengan satu atau lebih elemen optik melengkung, biasanya terbuat dari kaca, untuk mengumpulkan cahaya dan radiasi elektromagnetik lain untuk titik fokus.

Teleskop optik digunakan untuk astronomi dan banyak instrumen non-astronomi, seperti teropong yang digunakan untuk pengamat burung atau mengamati burung, dan teropong untuk mengamati alam sekitarnya.

Contoh teleskop reflektor

Teleskop yang menggunakan cermin cekung dan bersifat konvergen (mengumpulkan cahaya) yang pertama sekali diciptakan oleh Isaac Newton pada tahun 1668, sehingga teleskop ini disebut juga dengan teleskop Newtonian. Inilah awal dari perkembangan yang tampak dari teleskop, karena awalnya teleskop hanyalah menggunakan lensa.

Kemudian pada saat memasuki abad ke 20. Teleskop-teleskop reflektor raksasa pun dibuat seperti yang digunakan pada Hale di Observatium Gunung Palomar, California, Amerika Serikat yang berukuran diameter 200 inci, teleskop ini selesai dibuat pada tahun 1948 dan menjadi teleskop reflektor terbesar didunia hingga beberapa puluh tahun setelahnya

2. Teleskop Refraktor

Teleskop refraktor merupakan jenis teleskop pertama kali yang ditemukan dari ketiga jenis teleskop yang ada. Jenis teleskop ini digunakan untuk pertama kalinya di Belanda oleh tiga orang yaitu Hans Lippershey, Zacharias Janssen dan Jacob Metius. Kemudian dari teleskop yang ada, galileo Galilei mengembangkan desainnya dan disusul pula oleh johannes kepler dengan desain yang berbeda.

Sehingga dari desain kedua mereka, muncul desain yang akan sering kita dengar yaitu teleskop refraktor Galilean dan Keplerian. Prinsip dari semua teleskop refraktor pada umumnya sama yaitu dengan menggunakan kombinasi dua buah lensa objektif. Tujuan dari teleskop refraktor adalah membiaskan atau membelokkan cahaya.

Contoh dari pada teleskop refraktor adalah:

* Teleskop Bumi

Teleskop ini disebut juga dengan teleskop medan, teleskop yojana yang menghasilkan bayangan akhir tegah terhadap arah benda awalnya. Hal ini didapat dari hasil menggunakan lensa cembung ketiga yang letakkan diantara lensa objektif dan lensa okular didekat mata. Sehingga lensa cembung ketiga hanya memiliki fungsi untuk membalikkan bayangan tanpa memberika perbesaran, sehingga lensa ini juga disebut dengan lensa pembalik.

* Teleskop Bintang

Teleskop ini disebut juga dengan teleskop astronomi digunakan untuk mengamati benda-benda angkasa luar. Teleskop bintang menggunakan dua buah lensa positif, masing-masing sebagai lensa obyektif dan lensa okuler. Berbeda dengan mikroskop, pada teleskop jarak focus lensa obyektif lebih besar dari jarak fokus lensa okuler.

* Teleskop Galilei

Merupakan teleskop yang dibuat oleh Galilei dan disebut juga teleskop belnada atau teleskop tonil. Teleskop ini menghasilkan bayangan akhir yang tegak dan diperbesar dengan menggunakan dua buah lensa, lensa positif sebagai lensa objektif yang terletak dekat dengan objek dan lensa negatif sebagai lensa okuler yang terletak didekat mata pengamat.

* Teleskop Prisma

Teleskop ini menggunakan lensa pembalik untuk menghasilkan bayangan akhir yang tegak mengakibatkan teleskop bumi menjadi tampak panjang. Untuk menghindari hal tersebut maka lensa pembalik diganti dengan penggunaan dua prisma siku-siku sama kaki yang disisipkan di antara lensa obyektif dan lensa okuler. Prisma itu berfungsi untuk membalikkan bayangan dengan pemantulan secara sempurna. Teleskop digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh sehingga tampak lebih dekat dan jelas.

3. Teleskop Katadioptri (Catadioptric Telescope)

Teleskop katadioptri merupakan jenis teleskop gabungan dari refraktor dan reflektor, dimana satu sisi menggunakan cermin dan di sisi lain menggunakan lensa. Lebih simpelnya pengertian dari Teleskop Katadiotri adalah teleskop yang memadukan lensa dan cermin. Sistem katadioptri tidak hanya diterapkan pada teleskop saja melainkan seperti mikroskop, sistem mercusuar dan lensa tele pada kamera.

Pada teleskop katadioptrik, perpaduan lensa dan cermin mempunyai bentuk permukaan cembung seperti bola yang mempunyai beberapa kelebihan yaitu, mudah untuk diproduksi, mempunyai tingkat keakuratan dalam mengkoreksi kesalahan pada lensa maupun cermin lengkung dan mempunyai sudut pandang yang relatif lebar.

Contoh teleskop katadoptrik

Contoh katadoptrik adalah mikroskop, yang mempunyai lensa objektif dan okuler, juga mempunyai cermin sebagai pemantul cahaya yang terletak dibawahnya, sehingga objek yang diamati tampak lebih jelas.

Contoh lainnya yaitu terdapat pada mercusuar, lensa tele (lensa pada kamera yang dapat melakukan perbesaran yang jauh) yang biasa digunakan oleh pemburu gambar dan video pada hewan-hewan buas berjarak jauh. Juga terdapat pada kamera SLR.

Selain jenis teleskop yang umum dikenal, ada beberapa jenis lain yang memiliki utilitas tertentu seperti Astrograph, comet pencari, teleskop surya.

Ada tiga jenis utama optik

  • Teleskop pembiasan yang menggunakan lensa untuk membentuk sebuah gambar.
  • Teleskop pemantulan yang menggunakan susunan cermin untuk membentuk sebuah gambar.
  • Teleskop Catadioptric yang menggunakan cermin dikombinasikan dengan lensa untuk membentuk sebuah gambar.

Bagian Lensa Teleskop

Pada teleskop, bagian yang paling vital atau paling penting adalah lensanya. Teleskop memiliki dua lensa positif atau cembung, yang terletak dekat dengan objek disebut dengan lensa objektif dan yang terletak dekat dengan mata (tempat pengamat mengintip) disebut dengan lensa okuler.

Pada teleskop bumi juga terdapat lensa pembalik, yang berfungsi untuk membalikkan bayangan tanpa melakukan pembesaran sehingga bayangan akhir yang terbentuk dapat tegak seperti arah benda semula. Hal-hal yang perlu diketahui untuk memahami bagian-bagian lensa adalah sebagai berikut :

  • Lensa cembung adalah lensa yang bersifat mengumpulkan cahaya atau konvergen.
  • Lensa cekung adalah lensa yang bersifat menyebarkan cahaya atau divergen.
  • Cermin cembung adalah cermin yang menyebarkan cahaya.
  • Cermin cekung adalah cermin yang dapat mengumpulkan cahaya.
  • Jarak fokus merupakan jarak yang diperlukan oleh lensa atau cermin untuk mengarahkan cahaya pada titik fokus.
  • Bidang pandang merupakan area langit atau daerah yang dapat dilihat dan diamati melalui teleskop.
  • Perbesaran merupakan panjang fokus teleskop yang dibagi dengan panjang fokus lensa pada mata.
  • Resolusi merupakan jarak terdekat diantara kedua objek yang masih dapat dilihat sebagai dua objek yang terpisah.

Bagian-bagian Teleskop

Findescope optik

Seperti teleskop miniatur yang terpasang pada braket pada tabung teleskop, berfungsi untuk memperbesar bidang gambar dan Formatting dalam konsentrasi benar bintang.

Focuser

Masing-masing teleskop memiliki focusers focuser dan datang dalam berbagai gaya. Melekat pada tabung teleskop dan memegang lensa mata teleskop.

Kebanyakan model memiliki tombol pada sisi teleskop (rak dan pinion, Crayford) yang memungkinkan tabung internal untuk bergerak ke atas dan ke bawah sampai fokus dicapai, tetapi beberapa model (heliks) kiri atau kanan untuk mencapai fokus.

Eyepieces

Adalah sebagai luas dan beragam seperti teleskop itu sendiri. Pada dasarnya, lensa teleskop adalah pengaturan lensa array barel untuk membantu gambar perbesaran. Mereka datang dalam berbagai ukuran sesuai dengan focuser dan berbagai sama faktor pembesaran dan gaya

Teleskop tube

Masing-masing teleskop juga memiliki tabung atau tabung optik. Ini hanya sebuah tabung berongga yang terbuat dari berbagai bahan yang menempel pada bagian teleskop.

Untuk teleskop refraktor, lensa utama berjalan di depan dengan focuser di belakang, sementara reflektor memiliki cermin utama di belakang, depan terbuka dan focuser adalah sepanjang sisi atas.

Primer Mirror Cell

Ini adalah perakitan lengkap yang memegang cermin utama teleskop reflektor. Desain juga bervariasi dari produsen ke produsen, tetapi prinsipnya adalah sama, yaitu memegang cermin dan memungkinkan untuk penyesuaian.

Lensa

Perakitan ringan adalah pertemuan utama bagi teleskop refraktor. Hal ini pada dasarnya kerah yang memegang lensa utama di tempat dan cocok ke dalam tabung teleskop.

Tripod

Yaitu 3 kaki pada teleskop yang berfungsi untuk menahan teleskop untuk ketinggian di mana orang dapat berdiri untuk menggunakannya.

Lensa mata

Merupakan bagian yang seseorang terlihat melalui dan tergantung pada jenis teleskop, beberapa individu mungkin memiliki lensa tambahan berada di dalam.

Mounting

Bagian ini lebih dikenal dengan dudukan teleskop, merupakan sistem penggerak utama pada teleskop, yang dilengkapi dengan knop pengatur lintang, tutup sumbu polar, skala ketinggian lintang untuk mengetahui posisi lintang pengamat berada, pemberat sudut jam untuk penyeimbang pada arah sudut jam. Pada mounting juga terdapat port koneksi yang terdiri dari tombol-tombol termasuk tombol untuk menyalakan teleskop.

Half Pillar

Berfungsi untuk menaikkan posisi mounting, sehingga dapat mengatur tripod terbentur pada tiang pemberat ketika teleskop sedang digunakan.

Pencari

Adalah salah satu bagian yang paling penting dari teleskop karena memungkinkan pengguna untuk melacak benda-benda di ruang angkasa.

  • Tanpa finder itu akan membuat hampir tidak mungkin untuk menemukan benda-benda yang jarak jauh.
  • Tanpa penemu yang akan membuatnya hampir mustahil untuk menemukan objek dari jarak jauh.
  • Hal ini melekat pada sisi teleskop utama.

Lensa Barlow

Lensa tambahan dapat ditempatkan di antara focuser dan lensa mata. Ini Efektif meningkatkan panjang fokus teleskop, sehingga meningkatkan perbesaran teleskop (biasanya 2x tapi bisa naik 5x). Hal ini secara efektif meningkatkan panjang fokus teleskop, sehingga meningkatkan perbesaran teleskop (biasanya 2x tapi bisa pergi ke 5x).

Gunung

Merupakan bagian dari teleskop yang memegang teleskop di tempat. Ada dua jenis dari alt-azimuth me-mount dan khatulistiwa. Ada dua jenis alt-azimuth gunung dan khatulistiwa.

Ada jenis lain dari gunung tetapi mereka umumnya digunakan untuk yang lebih besar, TELESCOP canggih yang tidak tersedia di toko-toko ritel.